Lady in Red

December 12, 2011

Milikmu, Utuh…

Filed under: man in blue — terdalam @ 5:36 pm

Ingin aku segera menjadi milikmu, utuh…
Hanya untuk kamu semua perhatianku
Hanya ijinmu pintu surgaku
Tapi aku masih saja membatu

Masihkah kamu menginginkanku?
Karena di hatiku masih selalu kamu…
Tapi aku menyampaikannya tidak utuh
Sehingga kamu membacanya separuh

Lalu aku mulai mengeluh
Mencari cara untuk menarik perhatianmu
Dan aku dapatkan gusar dan resahmu
Padahal bukan itu yang aku mau…

Aku hanya ingin menjadi milikmu, utuh…

Jangan Letih…

Filed under: complicated — terdalam @ 5:32 pm

Jangan letih bertahan mengertiku
Karena tidak sama sekali ku ingin melukaimu
Jika kataku masih membingungkan
Bagaimana caranya mengungkapkan rasa sayang

Jika pengertian tak tersampaikan
Lalu bagaimana caranya bisa dimengerti
Bagaimana bisa mulai memahami
Memberi tanpa mengharap kembali

Aku ingin tulus, aku ingin ikhlas dalam rasa ini
Tapi aku masih meminta
Masih sering merasa benar padahal entah iya atau tidak
Masih sungkan untuk mengalah

Jangan letih menunggu aku dewasa
Jangan letih menuju kita yang sempurna
Kata-kata ini masih salah makna
Hanya satu arti di baliknya: cinta

Lalu apa arti cinta jika aku masih meradang?
Menyalahkan yang merasa tidak salah…
Aku masih berlebihan
Aku masih bebal, atas nama cinta dan sayang…

Aku – Kamu

Filed under: lepas! — terdalam @ 5:26 pm

Aku – Kamu
Dua hati – Dua kepala
Aku – Kamu
Sama mau tapi masih tak sempurna

Ego-ku kalahkan sayang-ku
Membuatnya bertanya-tanya
Apa mau-ku?
Kalau kujawab itu kamu, mungkin terdengar konyol

Karena jika aku mau, seharusnya aku bersabar
Jika aku ingin, seharusnya aku mengerti
Kemana sabarku? Kemana pengertianku
Hilang dan aku tak tahu dimana mencarinya

Aku – Kamu
Tuhan, apa yang harus aku lakukan
Menjelaskan rasa yang sering salah
Ketika logika termakan emosi sesaat

Aku – Kamu
Semoga masih ada jalannya…

Inginku…

Filed under: kontemplasi — terdalam @ 5:23 pm

Inginku bisa menguasai hatiku
Inginku tak lemah ketika aku marah
Inginku bisa bersabar lebih lama
Inginku bersamanya tanpa cela

Tapi aku hanya wanita pada umumnya
Yang sering dibutakan oleh rasa tidak aman
Aku menyerang, aku meradang
Dan masih saja seperti hari yang lama

Aku ingin menyelamatkan rasa ini
Karena rasa ini yang aku ingin
Tapi aku tetap saja membuatnya gerah
Aku seakan tidak betah, padahal salah…

Inginku dia yang menjadi imam-ku
Berjalan bersama tanpa rasa gelisah
Tapi tetap saja aku masih takut
Dan takutku lupakan inginku sebelumnya…

Bagaimana Caranya?

Filed under: Uncategorized — terdalam @ 5:17 pm

Bagaimana caranya menahan emosi?
Agar tidak meluap menjadi amarah…
Aku masih saja dikuasainya
Masih marah atas hal-hal yang ringan
Kalau saja otakku bisa berpikir lebih jernih
Pasti tidak akan ada penyesalan…

Lalu bagaimana caranya?

May 11, 2011

Ini, Untuk Kamu!

Filed under: kontemplasi — terdalam @ 10:16 am

Ya, ruang ini untuk kamu pada waktu itu
Waktu aku mencari makna di setiap hadirmu
Waktu kamu jauh di sana
Waktu aku sendiri atau bersama yang lainnya

Yang pasti waktu aku tidak bersamamu
Waktu itu, waktu lalu, waktu kamu dan aku belum banyak bertemu
Sekarang aku dan kamu habiskan waktu
Membagi ceritamu di siang dan malamku

Aku tidak pernah jemu karenamu
Semoga aku tidak akan pernah jemu
Jangkan kau jemu karena manjaku
Semoga aku masih yang kamu mau

Sampai suatu saat nanti,
Salah satu dari kita berbisik kalimat Tuhan
Di telingaku atau di telingamu
Ketika salah satu kita berangkat menuju surga…

Dia – Yang Mengertiku

Filed under: lepas! — terdalam @ 10:10 am

Padahal susah mengartikan bahasaku
Sulit mengerti inginku
Diamku bukan sekedar diam
Bicaraku bukan sekedar kata

Tapi dia mengertiku
Segera bertanya atas diamku
Perlakukanku dengan hatinya
Lalu luluhlah hatiku…

Marahku bertemu marahnya
Emosiku tak terbendung dalam kalimat membuncah
Tak peduli apa yang terjadi setelah itu
Aku hanya ingin marah dan memaki

Dia kembali mengerti
Menjelaskan dengan sepenuh hati
Membuatku mengerti, marahku tanpa arti
Hatinya merengkuh hatiku

Dia – yang mengertiku
Dia – yang membuat aku mengerti diriku
Jangan tinggalkan aku
Atau aku akan kembali tidak mengerti mauku…

Inginku

Filed under: kontemplasi — terdalam @ 10:05 am

Inginku jadi nyata
Tapi aku masih mencari tawa
Kupikir jika inginku tercipta
Aku akan segera puas!

Ternyata inginku masih banyak
Di antara semua yang sudah nyata
Tapi aku percaya
Inginku yang lain akan terwujud segera

Tidak mudah puaskanku
Kadang sulit mengertiku
Bahkan aku sering bertanya padaku
Apa sesungguhnya inginku?

April 7, 2011

ingin lari. ingin sendiri.

Filed under: complicated — terdalam @ 6:47 pm

ingin lari. ingin sendiri. tapi tak bisa. tak biasa
ingin pergi. ingin menyepi. tapi ingin dicari. ingin dimengerti

kataku sedih, katamu tertawalah
kataku takut, katamu beranilah
kataku marah, katamu bersabarlah
aku tidak butuh kata-katamu, tidak membantu

dukung aku, dukung saja
untuk sedihku, diam-lah di dekatku
untuk takutku, peluk-lah aku
untuk marahku, tersenyumlah…

ingin lari. ingin sendiri. karena kamu tak juga mengerti

March 22, 2011

Kamu Yang Begitu!

Filed under: man in blue — terdalam @ 6:39 pm

Aku mau kamu
Tapi bukan kamu yang begitu
Tapi kalau bukan begitu
Itu bukan kamu

Lalu siapa yang aku mau?

Ya kamu!
Tapi jangan begitu…
Karena kalau kamu begitu
Aku jadi tidak mau

Lalu aku tidak mau kamu, begitu?

Tidak juga!
Masih kamu maunya
Tapi yaaa… Bagaimana yah…
Boleh tidak kalau sedikit berubah?

Next Page »

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.