Padahal susah mengartikan bahasaku
Sulit mengerti inginku
Diamku bukan sekedar diam
Bicaraku bukan sekedar kata
Tapi dia mengertiku
Segera bertanya atas diamku
Perlakukanku dengan hatinya
Lalu luluhlah hatiku…
Marahku bertemu marahnya
Emosiku tak terbendung dalam kalimat membuncah
Tak peduli apa yang terjadi setelah itu
Aku hanya ingin marah dan memaki
Dia kembali mengerti
Menjelaskan dengan sepenuh hati
Membuatku mengerti, marahku tanpa arti
Hatinya merengkuh hatiku
Dia – yang mengertiku
Dia – yang membuat aku mengerti diriku
Jangan tinggalkan aku
Atau aku akan kembali tidak mengerti mauku…
Advertisement