Lady in Red

February 6, 2012

Bandung-ku Dulu…

Filed under: melukis langit — terdalam @ 6:58 pm

Bandungku dulu penuh cinta.
Setiap sudutnya menggembirakan rasa.
Mataku hangat karena asa yang bergelora.
Banyak impian ku tebarkan di sana.

Bandungku dulu menyimpan damai.
Tenangku di antara setiap sisi yang ramai.
Aku berlari riang siap memanen rasa yang ku semai.
Bandungku dulu, permai.

Satu demi satu harapan ku lepaskan.
Di setiap titik yang menitikkan air mata luka.
Ada cerita duka, ada hati yang patah.
Bandungku kini, ingin kutinggalkan…

Ajak Aku ke Samalona

Filed under: melukis langit — terdalam @ 5:51 pm

Aku suka pantai.
Aku suka gunung.
Aku suka alam.
Aku suka awan.

Aku suka mengagumi ciptaaan sang Maha Pencipta.
Karyanya indah tiada dua.
Duplkasi manusia atas karya-Nya hanya sia-sia.
Aku ingin menikmati matahari di kulitku, meresap sedalam-dalamnya.

Aku ingin tinggal di pegunungan.
Aku ingin tinggal di pulau perawan.
Aku ingin menikmati suara alam.
Aku ingin terbang di antara bintang, menembus awan.

Ajak aku ke Samalona, pantai indah di Makassar.
Nikahi aku di antara deburan ombaknya.
Menatap cahaya harapan seiring hari beranjak siang.
Peluk aku dalam damai ketika cahaya itu hilang di antara gelapnya malam.

Ajak aku ke Samalona, merasakan gelitik pasir di kakiku.
Seperti rasaku tergelitik tatapan matamu.
Di antara tiupan anginnya dan suara burung pantai yang semakin riuh.
Dan birunya laut membentang luas seluas rasamu padaku.

Menikahlah denganku di Samalona.
Ucapkan janji setia sampai salah satu dari kita meregang nyawa.
Yakinkan aku, biarkan aku percaya, bahwa cinta masih nyata.
Kutulis masa lalu pahitku di atas pasir pantai Samalona.

Deburkan ombakmu, hai Samalona.
Sapu bersih tulisan di pasir itu, biarkan tinggal jadi kenangan.
Hilang terbawa air laut Samalona.
Lalu aku dan kamu menatap masa depan penuh pesona.

Ajak aku ke Samalona!

April 1, 2010

sudah lama…

Filed under: melukis langit — terdalam @ 4:11 pm

sudah lama tidak menuliskan sesuatu di sini
banyak alasan yang menjadi latar belakangnya
tapi biarlah alasan tinggal menjadi alasan
satu yang pasti, aku kembali…

banyak yang sudah terlewati, sepanjang aku tidak di sini
sakitnya, senangnya. susahnya, bahagianya
dan 2009 sudah berganti menjadi 2010
sementara masih banyak mimpi yang kembali hanya tinggal mimpi…

tapi aku tidak akan pernah berhenti bermimpi
sudah lama aku menjadi seorang pemimpi
dan kali ini aku tidak akan menyerah begitu saja
seperti aku menyerah untuk meninggalkan blog ini…

aku kembali :)

November 1, 2009

harapkan yang indah-indah saja…

Filed under: melukis langit — terdalam @ 6:55 pm

ketika aku membaca kembali tulisan-tulisan sebelum hari ini
aku terhenyak, aku dibuat kaget dan aku terpana
rasanya seperti menuliskan masa denpanku sendiri dan aku membaca hari ini dengan nanar
aku heran, kenapa aku bisa tahu akhirnya akan seperti hari ini?

semua berakhir tanpa arah tujuan dan aku sudah menulis itu sejak awal
sekarang aku berlinang air mata, seandainya hari itu aku bukan hanya menulis
tapi membaca kembali dan mendengarkan isi hati, mungkin tidak akan begini
mungkin aku akan lebih mudah melewatkan kesakitan ini…

tapi semua sudah tidak berarti lagi aku pikirkan
sudah tidak penting lagi untuk masuk dalam otak dan jadi beban dalam hati
sudahlah, relakan saja yang terjadi setidaknya sekarang aku tahu pasti:
tulis yang indah-indah saja, tentang hal-hal yang menyenangkan hati

tentang mimpi masa depan yang ingin aku raih
tentang sosok tepat yang ingin aku dapatkan
tentang hidup dan kehidupan yang penuh dengan tawa bahagia
tentang hidup dan kehidupan yang penuh dengan suka cita

selamat tinggal tulisan duka, tulisan yang berlinang air mata
karena aku percaya setiap kata adalah doa
dan alam semesta akan membantu mewujudkan doa-doa kita
aku hanya akan menulis yang indah-indah saja… aku berjanji!

dan jika alam berbaik hati sekali lagi padaku seperti hari-hari kemarin
ketika semua tulisanku ternyata jadi kenyataan
kali ini semoga kebahagiaan yang indah siap aku dapatkan
karena mulai hari ini, hanya yang indah yang akan aku impikan! *amin*

September 3, 2009

lima purnama dalam ketidaksempurnaan…

Filed under: melukis langit — terdalam @ 5:22 pm

cintailah kekasihmu dengan biasa saja,
karena bisa jadi suatu hari akan menjadi
sesuatu yang kamu benci..
Dan bencilah sesuatu dengan biasa,
karena bisa jadi suatu saat akan menjadi
sesuatu yang kamu sukai…
(HR BUKHARI, ABU DAUD, TIRMIZI, IBNU MAJAH DAN ABU HURAIRAH)

mengutip status facebook seorang teman baik jaman di kampus dulu.
sangat menarik…
karena terbaca tepat ketika aku merasa tidak sempurna
ketika aku bisa berkata: aku cinta kepadanya…
tapi ternyata aku tidak secinta itu menurutnya
dan mungkin menurut semua orang waras di dunia ini

tapi demi Tuhan, aku menyayanginya
dan tidak ingin kehilangan dirinya
meskipun aku masih sering menyakiti
dengan prasangka burukku, dengan pemikiran jelekku
yang lagi-lagi membuat dia yang aku sayang terluka…

aku pandai menyusun kata-kata
tapi aku tidak pandai menunjukan rasa
aku tidak pandai menjaga rasa dan menguasai hati
aku tidak pandai lari dari setiap godaan yang datang
aku berpikir aku sudah melakukan semuanya
padahal aku belum melakukan apa-apa

lima purnama terlewati bersama
yang pernah menyakiti hati dalam balutan kata sayang
yang pernah aku sakiti sekaligus aku sayangi…
air mata kepedihan seringkali terjatuh lagi dan lagi
lalu kenapa kita masih bersama?

aku tidak mengerti… aku mencintainya setengah mati
tapi aku terlihat dan berlaku seperti aku mencintainya setengah hati
lalu jika kalimat di atas tadi benar adanya
haruskah aku mencintainya dengan biasa saja?
tidak berlebihan tapi jangan sampai kekurangan…

aku sedang berusaha sekuat tenaga menyingkirkan semua godaan
mencoba menempatkan diriku pada hatinya
agar lima purnama yang penuh dengan ketidak sempurnaan ini
akan berakhir indah, pada waktunya
apapun akhir ceritanya, aku minta yang terindah…

bisa jadi aku akan membencinya setengah mati
bisa jadi dia akan membenciku setengah mati
tapi aku akan menjaganya sepenuh hati
tidak akan bermain-main lagi dengan sebuah hati
karena aku tidak ingin terluka dan melukai lagi…

lima purnama dalam ketidaksempurnaan
dan kita masih bersama sampai detik hari ini
apa arti kebersamaan ini? apa arti peluk cium ini?
apa arti tatapan sayang itu? apa arti khawatirmu sampai hari ini?
kita masih mengucap kata sayang… karena rasa itu masih hadir

semoga rasa ini tidak pernah mati
semoga cinta yang kita miliki mengalahkan semuanya
termasuk ketidaksempurnaan yang kami miliki
semoga rasa cinta ini memberi tempat maaf yang luar biasa
sehingga yang tidak sempurna berubah menjadi sempurna. nyata!

aku yang tidak sempurna ini ingin berkata sekali lagi
aku sayang kamu dalam ketidaksempurnaanmu
aku berharap masih melihat purnama lainnya bersamamu
dan memperbaiki semua kesalahan yang pernah kita lakukan
dan memaafkan semua kealfaan dan mencintai apa adanya…

bulan masih akan bersinar
masih akan ada purnama-purnama lainnya di depan sana
aku ingin menatapnya bersamamu, masihkah kamu mau?
aku masih ingin menghitung purnama di sampingmu
masihkah kamu mau? terima kasih untuk yang pernah terlewati…

September 2, 2009

ikhlas…

Filed under: melukis langit — terdalam @ 8:37 pm

ketika selembar daun terjatuh dari batang pohon…
siapa yang menjatuhkannya?
burung yang terbang di dekatnya?
angin yang berhembus menerpanya?

siapa yang menerbangkan burung-burung?
siapa yang bisa menciptakan semilir angin?
siapa yang berkehendak atas gugurnya daun itu?
siapa yang menjadikan pohon itu tua dan daunnya berguguran?

bisakah kamu menerbangkan burung-burung?
bisakah kamu menciptakan semilir angin?
bisakah kamu melihat daun di pohon dan membuatnya gugur?
bisakah kamu membuat sebuah pohon bertumbuh dan menjadi tua?

semua terjadi atas kehendakNya
di antara sejuta burung yang terbang bisa jadi satu tidak mampu
di antara semilir angin kadang kala ada angin ribut
di antara sejuta daun-daun kenapa daun yang itu yang terjatuh?

ada yang berkehendak atas semua kejadian di dunia ini
siapa yang bisa membuat manusia melahirkan manusia lainnya
siapa yang menjadikan sidik jari pembeda di antara semua manusia
siapa yang menghidupkan hati, membolakbalikan kemudian…
mematikannya -kapanpun, dalam keadaan apapun-

ada takdir dalam setiap kejadian, baik dan buruk
ada hikmah dalam setiap peristiwa, baik dan buruk
ada rahasia dalam setiap detik kehidupan, baik dan buruk
ada yang ikhlas yang mampu menerima semuanya dengan lapang

aku masih sering tidak ikhlas menerima rencananya
seringkali tidak sabar menunggu jalan ceritanya
masih sering memaksakan keinginanku menjadi milikku
padahal semua itu jauh dari kata: IKHLAS…

hanya yang bersih hati yang mampu menerima semua peristiwa
hanya yang berpikir baik yang bisa pasrah atas apapun
hanya yang sadar bahwa manusia adalah kecil yang bisa bersabar
hanya yang ikhlas yang tahu hidup penuh dengan rahasia indah

aku ingin ikhlas…
menerima semua perkara di dunia dengan hati terbuka
menerima kekalahan dengan besar hati
menerima kemenangan dengan rendah hati

aku ingin ikhlas…
seperti daun-daun berguguran yang menurut pada gravitasiNya
seperti kaki yang tertancap dengan mantap menginjak bumi
seperti siang dan malam yang datang silih berganti

aku ingin ikhlas…
seperti bulan yang menunggu waktunya untuk bersinar dengan sabar
seperti bintang yang kadang bersinar kadang tidak
seperti matahari yang menyinari bumi tanpa keluh kesah…

aku ingin ikhlas…
seperti deburan ombak yang memecah karang
seperti karang yang pasrah terkena deburan ombak
seperti bumi yang berputar pada porosnya dan tidak saling mengalahkan

ikhlaskan aku atas semua perkaraMu
besarkan hatiku atas perkara buruk yang menimpaku
rendahkan hatiku atas perkara baik yang datang padaku
ikhlaskan aku atas apa yang datang dan pergi dalam hidupku…

semua akan indah pada waktunya
selama kita ikhlas mengikuti jalan ceritaNya…
aku ingin ikhlas…
amin…

August 19, 2009

cinta tanpa syarat…

Filed under: melukis langit — terdalam @ 6:59 pm

aku ingin mencinta tanpa syarat
seperti matahari yang menyinari bumi tanpa syarat
seperti hujan yang turun membasahi bumi tanpa syarat
seperti bintang yang bersinar di malam hari tanpa syarat

aku ingin bersyukur tanpa syarat
atas semua yang aku miliki dan semua yang sudah pergi
aku ingin menikmati hidup tanpa syarat
tidak menghitung apa yang tidak sempat aku miliki

aku ingin memiliki hati seluas samudra tak bersyarat
membiarkan semua makhluk laut tinggal di dalamnya
membiarkan semua orang menikmati keindahannya
tidak memaksa siapapun untuk melihatnya…

aku manusia biasa yang seringkali mengajukan syarat
aku akan bahagia hanya jika blablabla
aku akan bersyukur hanya jika aku mendapatkan blablabla
dan akhirnya menyia-nyiakan yang ada dalam genggaman

aku pernah disakiti, menyakiti, semuanya mendewasakan
aku akan terus belajar sampai aku tak bernyawa
aku ingin berhati seluas alam raya yang menyediakan semua untuk semuanya
aku ingin merasa cukup atas semua yang ada…

aku ingin mencinta tanpa syarat…

unconditional love is in the making… enjoy it!

July 9, 2009

tersenyum mengenang hari kemarin

Filed under: melukis langit — terdalam @ 5:31 pm

siapa yang bilang tidak usah mengenang masa lalu?
siapa yang bilang hiduplah hanya untuk hari ini
karena masa lalu sudah lewat dan masa depan masih misteri
lalu jika aku tersenyum karena hari kemarin, salahkah?

ketika hari kemarin begitu menyenangkan
dan tidak ingin aku lupa bahkan ingin ku ulang lagi dan lagi|
ketika aku tersenyum mengenangkan yang sudah berlalu
meskipun masa itu sudah lewat aku masih bisa mengulangnya

karena dia yang pernah ada di hari kemarin
masih ada berdiri di sampingku, bersama denganku sampai hari ini
dan karena kisah lucu di hari kemarin, aku makin mencintainya di hari ini
aku mengenangnya dengan cara menyengkan dan aku merindukan hari kemarin

ketika aku dan dia masih menebak-nebak isi hati
ketika aku masih mencari tahu apa yang akan aku lakukan dengannya
ketika aku masih menimbang-nimbang tentang arah rasa ini
ketika aku masih tidak punya alasan untuk marah padanya, karena aku belum peduli

dan hari ini aku mengenangkan semua cerita di hari kemarin
cerita yang sudah berlalu bersama orang yang sama di hari ini
bukankah hal ini menyenangkan dan membuat rasa ini semakin berkembang
dan akhirnya, aku tersenyum mengenang hari kemarin…

semoga senyum ini tidak akan pernah lepas
semoga senyum ini tidak berganti menjadi rasa sedih dan terluka
semoga senyum ini akan selalu menghiasi hari, sekarang dan selamanya
semoga… hanya itu yang bisa aku katakan sambil tersenyum mengenangkan…

June 28, 2009

aku menari tak beralas kaki di atas bukit

Filed under: melukis langit — terdalam @ 6:59 pm

aku mendengar angin bernyanyi
memanggilku untuk segera berlari
ke atas bukit tempat aku bisa menari
bebas, lepas, tak beralas kaki…

aku teriakan kata cinta sepenuh hati
untuk dia yang jauh di sana sedang menanti
menanti waktu untuk bisa bertemu lagi
bertemu denganku, seperti hari ini…

aku berlari ke atas bukit dalam mimpi
membawa sekeranjang cinta untuk dibagi
hanya untuknya sang pujaan hati
yang membuat aku tersenyum tanpa henti…

aku ingin berlari bersamanya menuju ke atas bukit
menari bersama, bebas, lepas, tak beralas kaki
merasakan dedaunan bergetar dan titik titik embun menggelitik
aku dan dia berpelukan erat, melepaskan isi hati

mimpi ini begitu indah, tolong, jangan bangunkan aku!
biarkan aku berada terus di atas bukit bersama dengannya
lelaki pembawa cinta yang hanya padanya kutitipkan hidupku
biarkan aku bermimpi menjadi miliknya, selamanya…

dan jika aku harus terbangun…
aku ingin terbangun karena dia yang mengecupku
ijinkan mimpiku menjadi kenyataan, karena dialah candu
yang membuat aku merasa tidak pernah cukup

aku ingin lagi, lagi dan lagi…
bersamanya sekali lagi dan lagi
berlari menuju ke atas bukit untuk menari bersama sekali lagi dan lagi
bebas, lepas, tak beralas kaki…

May 5, 2009

AKU takut petir

Filed under: melukis langit — terdalam @ 5:57 pm

AKU takut petir… aku terganggu dengan suara petir
aku suka hujan tapi aku tidak suka petir
seperti seorang pewarta yang membawa berita buruk
seperti kebahagiaan yang terenggut begitu saja

itu kenapa AKU tidak suka petir

malam ini aku tidak suka ditanggapi cara AKU tidak suka petir
aku tahu jika petir bukan hantu!
aku paham bagamana cara petir bekerja dan segala tetek bengeknya
aku hanya ingin ditemani, didengarkan, dibuat tidak terlalu takut

lalu kalau ditempatMU tidak ada petir dan hanya hujan
jadi ketakutanku tidak beralasan?
lalu kalau KAMU tidak takut akan petir dan aku sangat terganggu
dan aku mencarimu untuk berbagi, aku terlihat bodoh di matamu?

lalu untuk apa ada KAMU di kehidupan aku?
apa tidak sebaiknya aku mencari orang lain yang lebih mengerti
bagaimana menyikapi setiap kekhawatiranku?
lalu kamu bertanya apa yang salah denganmu?

kenapa semuanya selalu tentang KAMU?
ini itu semuanya berkisar tentang yang KAMU suka dan yang KAMU tidak suka?
makanan yang KAMU suka, film yang KAMU suka, tempat nongkrong yang KAMU suka
semuanya berkisar tentang KAMU, KAMU dan KAMU!

malam ini aku hanya ingin berbagi supaya tidak merasa sendiri
malam ini alasannya adalah AKU takut petir
itu kenapa aku mengambil handphone dan menelpon KAMU
karena malam ini AKU ingin dibuat tenang bukan diberi penjelasan

dan jika di tempatku ada bencana sementara di tempatmu tidak?
artinya bencana di tempatku tidak berarti apa-apa untukmu?
aku sedang tidak ingin bertanya apakah ada petir atau tidak di tempatmu
karena kamu laki-laki dan sebelumnya aku sudah bertanya: sehatkah KAMU?

dan segala tetek bengek tentang kamu sudah dibahas sebelum ini
lalu kenapa ketika aku merasa ketakutan dan butuh seseorang
dengan ringan kamu berkata: “di tempatku tidak begitu!” heeyy!!
lalu??? aku sudah bilang: AKU takut petir, aku tahu KAMU tidak takut petir!

AKU tidak mengerti jalan pikiranmu untuk membuatku senang dan tenang…

Next Page »

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.